Jumat, 18 November 2022
Tasikmalaya Berduka Beliau KH.Abun Bunyamin Tokoh Nahdlatul Ulama Wafat Hari ini 19 Nov 2022 Sabtu
Salah satu Ulama Karismatik di Tasikmalaya dan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama Wafat hari ini Sabtu 19 November 2022.
beliau Putra dari KH.Ilyas Ruhiya (alm)
Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung beliau KH. Abun Bunyamin Seorang Tokoh yang diikuti oleh berbgai Elemen Ataupun lbga yang ada di Tasikmalaya, Terutama Struktural Kepengurusan Organisasi dan Banom Nahdlatul Ulama, Kami pengurus MWC NU Tanjungjaya merasa kehilangan dengan wafatnya beliau karena memang beliau pimpinan kepengurusan di PC NU masa Khidmat 2016-2022 dan beliau diangkat menjadi pengurus PBNU masa Khidmat 2021 -2026.
Bagi pembaca mari kita tundukkan kepala fokuskan hati dan fikiran untuk munajat berdo'a semoga Alloh memberikan tempat yang layak dan diberi Rahmat Ridho-Nya. Aamiin Yaa Robba'Aalamiin..
KYAI PENDIDIK & PEJUANG JAM'IYYAH NU TELAH BERPULANG KEHARIBAAN BARZAKH ..
(Tasikmalaya Sedih Berduka, Jawa Barat Pun Lirih Nestapa)
KH. A. Bunyamin Ruhiat, merupakan sosok ulama kharismatik asal Tasikmalaya yang sangat mencintai ilmu, baik di bidang agama maupun pengetahuan umum.
Kecintaannya terhadap ilmu ditularkan kepada santrinya dengan menekankan keharusan berkomitmen pada dunia ilmu dengan cara mengaji. Kecintaannya kepada ilmu juga ia refleksikan pada kebiasaannya melakukan muthala’ah, membuat catatan pidato, ceramah, atau khutbah.
Lahir pada 27 September 1949, ia adalah anak ke sembilan dari 14 bersaudara dari pasangan KH Ruhiat dan Hj Siti Aisyah yang tak lain adalah Pendiri Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya. Di sela-sela kesibukannya yang sangat padat, KH A Bunyamin Ruhiat masih menyempatkan diri untuk menulis.
Di antara karya tulisnya yaitu diktat Jurumiah (Bahasa Sunda), Metode Pengajaran Akhlaq (Analisis Isi Kitab Ta’lim Muta’alim), dan Metode Belajar di Pesantren Menurut Syekh az-Zarnuji.
Secara keilmuan, Ajengan Abun ini bisa dibilang adalah paket komplit. Ia menempuh pendidikan baik secara formal maupun non formal. Secara non formal, ia memperoleh ilmunya dari sang Ayah secara langsung di Pondok Pesantren Cipasung.
Dengan keilmuan yang sangat luas itulah Ajengan Abun menjadi penerus estafeta perjuangan dalam mengembangkan pesantren Cipasung setelah KH Ruhiat (ayah) dan KH Moh Ilyas Ruhiat (kakak).
Selepas Muktamar ke-34 di Lampung, Kiai Abun diberi amanah sebagai salah satu Rais Syuriyah PBNU masa khidmah 2022-2027.
Warga Nahdliyyin Tasikmalaya khususnya, dan segenap warga NU Jawa Barat pada umumnya, kembali kehilangan figur kyai pejuang yang istiqomah dalam berkhidmah untuk kemaslahatan Jam'iyyah..
Selamat Jalan Kyai, perjuangan mu pasti kami lanjutkan, semoga Kyai disatukan dengan Mbah Hasyim 'Asyari dan para masayikh NU di pelataran barzakh beralaskan maghfirah dan khusnul khatimah ..
NB.dan semoga bp kyai bertemu dengan para masayikh NU dan para muasis NU.di alam sana untuk men,doa kan kami untuk istikomah ber juang ber hidmat untuk kemaslahatan umat di jamiyah nahdlatul ulama.amiiin
Sumber :
H. Dendi Yuda
(Staf Pengajar Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar